Pendekatan 4Pdalam Pengembangan Kreatifitas

Label:


Pada dasarnya apa sih manfaat seseorang menjadi kreatif,apakah menjadi kreatif itu perlu? Jawabannya perlu sekali menjadi kreatif itu sangat perlu kalau kita ingin bertahan diera yang penuh persaingan ini.Menjadi kreatif bukan berarti pandai melukis menggambar dll, tapi mampu mencari cara cara baru ataupun memodifikasi cara cara lama dalam mengatasi masalah.Misalnya saja saya pada saat mengerjakan tugas individu 1.Jika saya tidak menemukan cara cara baru atau cara cara lama yang dimodifikasi selama proses pembuatan tempat pena,karya saya akan menjadi tidak kreatif dan akibatnya karya saya tidak dapat bersaing dengan karya yang lain dan saya akan mendapatkan nilai jelek.
Ada 4 aspek dalam dari kratifitas yaitu 4P,4P itu sendiri terdiri dari:
1.      Pribadi
Ada 2 teori mengenai pembentukan pribadi yang kreatif.Teori pertama adalah psikoanalisis yang menganggap kreativitas adalah sublimasi dari tidak terpuaskannya kebutuhan seksual terhadap orang tua yang berlawanan jenis .Sedangkan teori satunya lagi adalah humanis  menganggap kreativitas dilahirkan untuk mencapai kemungkinan yang tertinggi dalam kehidupan bukan sebagai sublimasi dari kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi.
Menurut kriss(psikoanalisis) individu yang kreatif adalah individu yang mampu mengambil bahan bahan dari alam bawah sadar.Saya rasa hal ini sudah sering saya lakukan misalnya saja pada saat membuat tugas individu kreatif saya mencoba mengimajinasikan bagaimana cara pembuatannya.Menimajinasikan adalah salah satu cara mengambil bahan dari alam bawah sadar.
Menurut hierarki of need Abraham Maslow(humanis)  pada tingkatan ke lima ada kebutuhan akan aktualisasi diri yang disebut kebutuhan being .Kebutuhan ini juga saya alami yang saya jelaskan di postingan tugas individu 2 (revisi)
Ada beberapa ciri-ciri kepribadian kreatif seperti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,rasa percaya diri,berani mengambil resiko,tidak menghiraukan kritik orang lain,ulet,tidak mudah putus asa,prilakunya terorganisir,spontan,memiliki kemampuan untuk bermain dengan konsep,sering melakukan refleksi,minat terhadap seni dan keindahan yang tinggi.Dari beberapa kepribadian diatas ternyata ada beberapa yang cocok dengan saya seperti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,tidak mudah putus asa dan sering melakukan refleksi .
2.      Press (dorongan)
Dalam diri setiap individu ada dorongan untuk dapat memanfaatkan segala potensi yang dimiliknya namun dibutuhkan juga lingkungan yang sesuai agar potensinya dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Saya juga mengalami hambatan dalam mengembangkan kreatifitas saya pada saat tugas individu .Penghambat ini berasal dari lingkungan dan juga dari dalam diri saya sendiri. Yang berasal dari internal saya seperti kurang nya dorongan untuk berkreasi sebaik mungkin,mungkin karena faktor cognitive overload ,sikap mood tan dan malas melakukan hal yang rumit seperti yang sudah  dijelaskan ditugas individu 2 (revisi).
Selain itu ada faktor dari lingkungan seperti pola pendidikan yang menekankan pada pemikiran konvergen(pemecahan masalah dengan cara cara yang ditentukan ) bukan berpikir divergen(kebalikan konvergen)

3.      Proses Kreatif
Dalam mengerjakan karya kreatif saya mengalami 4 tahap yaitu persiapan(mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan bertanya dengan teman,berpikir dll),inkubasi(tahap istirahat, pada tahap ini ide bisa muncul secara tiba tiba),iluminasi(setelah muncul ide ,maka pada tahap ini ide dikembangkan) dan verivikasi(ide kreasi baru diuji kedalam realitas)(wallas).Tahap pertama saya berusaha untuk memecahkan permasalahan dengan cara mencari artikel menarik di web.Pada tahap kedua pada saat saya juga mengalami keadaan dimana seperti beristirahat dan melupakan tugas.Pada saat itu karena kecapean saya tidur tiduran ,tapi tiba tiba saja ide menghias celengan muncul diotak saya.Pada tahap ketiga saya berusaha untuk mengembangkan ide yang muncul pada saat tahap kedua.Dan pada tahap terakhir saya mencoba mengaplikasikannya dengan cara membuat bendanya secara langsung.
4.      Produk Kreatif

Jika  memiliki kepribadian dan press yang menunjang maka akan muncul produk produk kreatif.Ada 3 kriteria produk kreatif menurut Bessemer dan Treffinger yaitu Novelty(kebaruan),Resolution (pemecahan),elaboration(kerincian).

Novelty maksudnya adalah apakah produk ini memiliki konsep yang baru,teknik baru ,proses yang baru.Kalau dilihat dengan tugas individu 1 saya,saya rasa sudah memenuhi novelty ini karena konsep yang saya gunakan bukan dari hasil jiplakan tapi jika ternyata ada karya yang mirip dengan karya saya berarti itu unsur ketidaksengajaan

Kriteria kedua adalah resolution, di kriteria ini produk itu dilihat dari kemaknaannya,menikuti aturan yang ada dan dapat diterapkan secara praktis.Di lihat dari tugas individu 1 saya memang berguna ,mengikuti aturan dan dapat diterapkan secara praktis namun kemaknaan karya saya tidak terlalu tinggi karya saya hanya dapat digunakan untuk meletakan pena dll.Jadi karya saya tidak memiliki nilai yang tinggi pada kriteria ini.

Kriteria ketiga adalah elaborasi.Di kriteria ini suatu produk harus organis ,elegan kompleks,dapat dipahami,keterampilan.Karya saya hanya memenuhi dapat dipahami (karena hasil karya sangat sederhana) dan keterampilan(karena saya sudah berusaha dengan semampu saya untuk mengerjakannya).Jadi nilai di kriteria ini juga tidak tinggi.

Menurut Bessemer dan Treffinger suatu karya kreatif tidak perlu mendapat nilai tinggi di ketiga kriteria itu.Jadi dapat disimpulkan bahwa karya saya sudah cukup kreatif.

0 komentar:

Poskan Komentar