Pemahaman Diri


Setelah mengikuti mata kuliah ini saya menjadi sadar faktor faktor apa yang menghambat dan juga mendukung perkembangan kreatfitas saya saat ini.Faktor faktor tersebut dibagi berdasarkan asalnya ada 3 yaitu:
Faktor dari keluarga
Parenting style pada keluarga menurut saya sangat berperan dalam pengembangan kreativitas saya. Menurut Amabile faktor yang memperngaruhu kreatifitas adalah
1.         kebebasan
Kebebasan  tampak dari pola asuh keluarga saya yang authoritarian membuat saya tidak merasa terkekang.Orang tua saya memang menetapkan aturan aturan yang saya rasa memang cocok seperti tidak pulang malam.Mereka memberikan kebebasan kepada saya untuk tinggal sendiri dan mengatur hidup sendiri,Orang tua saya percaya bahwa saya tidak akan melakukan perbuatan yang memalukan mereka.
2.      Respek.
Di keluarga saya kami sering sekali melakukan argumentasi dan pendapat setiap anggota keluarga selalu dihargai. Mereka juga memndorong saya untuk mengeluarkan pendapat dan menghargai sebagaimanapun saya.Misalnya saja saya bukanlah anak genius yang meraih IP hampir 4,tapi mereka tidak pernah memarahi saya karena hal tersebut ,mereka memuji apa yang saya dapatkan dan memberikan motivasi untuk lebih berkembang.
3.      Kedekatan Emosional yang Sedang
Saya memang dekat dengan orang tua saya tapi kedekatan itu bukan terlalu berlebihan, contohnya saja saya tinggal jauh dari orang tua saya dan frekuensi menelepon orang tua tidak terlalu banyak ,jika ada hal yang mendesak atau ada masalah yang bisa saya share barulah saya menelepon ortu saya.Walaupun demikian orang tua saya bukannya tidak peduli dengan saya .
4.      Prestasi Bukan Angka
Orang tua saya tidak pernah memaksakan saya untuk mendapat IP 4 ataupun memenangkan lomba 2 tertentu.Mereka menghargai bagaimana saya dan memotivasi saya untuk selalu maju.
5.      Orang Tua Aktif dan Mandiri
Kebanyakan tuntutan social adalah masuk kedokteran ,saya juga tidak tahu mengapa masuk kedokteran dianggap sangat hebat.Padahal banyak juga dokter yang tidak laku.Walaupun lingkungan social(sebagian keluarga mama) tidak menghargai pilihan saya masuk psikologi,tapi orang tua saya tetap mendukung dan memotivasi saya agar tidak terpengaruh dengan kata kata mereka.
6.      Menghargai kreativitas
Seperti dijelaskan dibuku anak yang kreatif banyak mendapat dorongan dari orang tua mereka.Orang tua saya juga seperti itu ,jika mereka mendapat info seminar yang menarik mereka pasti menyarankan saya untuk pergi dan juga menfasilitasi dana dan transportasi.Tapi sayanya saja yang malas ikut seminar.
Faktor dari sekolah
Dalam penjelasan Maker (1982) ada 3 kharateristik guru berbakat
1.Karateristik filosofis
Bagaimana cara guru memandang cara pendidikan bagi muridnya akan memberikan dampak yang signifikan.Misalnya saja dulu di SMA saya ikut kelas akselerasi.Kami anak kelas akselerasi sering dianggap anak pintar yang tanpa banyak bimbingan dapat berhasil.Guru cenderung tidak memberikan perhatian yang lebih terhadap kami.Akhirnya kami malah kesusahan memahami materi dan mendapatkan nilai yang tidak maksimal
2. Kharateristik Profesional
Dulu guru guru saya sering mengikuti seminar tentang pengembangan kemampuan mengajar.Tapi tetap saja guru saya selalu menfokuskan kepada task oriented.Hanya menfokuskan diri kepada kemampuan akademis
3. Kharateristik pribadi guru anak berbakat meliputi motivasi ,kepercayaan diri,rasa humor,kesabaran ,minat luas,dan kelenturan
Jika di lihat secara keseluruhan guru guru saya sebagian besar sudah memiliki kharateristik diatas namun ada juga yang tidak.
Di SMA saya dulu ada Bk TAPI bukan untuk membimbing kami yang ada malah dijadikan tempat menghukum anak anak bermasalah.Guru BKnya juga bukan seorang psikolog jadi BKnya tidak berfungsi
Peranan Masyarakat
Arieti mengemukakan  ada faktor sosiokultural yang creativogenic (kebudayaan yang menunjang,memupuk dan memungkinkan perkembangan kreatifitas
1.        Tersedianya sarana kebudayaan
Menurut saya sarana kebudayaan yang ada saat ini belum maksimal.Contohnya saja sewaktu TK dulu sampai sekarang tidak pernah ada kunjungan ke museum .Misalnya saja pada saat pelajaran geografi kita berkunjung ke planetarium .
2.      Keterbukaan terhadap ransangan kebudayaan
Kalau dilihat dari kebudayaan saya mungkin kurang menghargai keterbukaan.Banyak sekali aturan yang mengikat dalam budaya saya ,misalnya saja kalau saya mengambil jurusan klinis dan menjadi dokter RSJ pasti mereka akan menaggap saya kurang kerjaan.Seharusnya mereka menghargai apa yang saya pilih.
3.      Memberikan kesempatan bebas bagi media kebudayaan bagi semua warga Negara tanpa diskriminasi
Kalau di budaya saya diskriminasi terhadap wanita masih terjadi .Walaupun wanita bukannya tidak dianggap namun keberadaannya hanya seperti representative saja.Misalnya anak laki laki dipandang lebih hebat dari anak perempuan walaupun anak perempuan tersebut lebih pintar.

Kesimpulannya ,faktor pendorong motivasi untuk kreatif saya paling besar muncul dari orang tua saya.Faktor penghambat muncul dari masyarakat dan sekolah.Dengan memperlajari kreativitas saya menjadi lebih paham faktor penyebab saya kurang kreatif dan cara mengatasinya.Setelah membuat penjelasan diatas ada beberapa solusi yang bisa saya simpulkan untuk meningkatkan kreatifitas.
1.        Tidak memperdulikan lingkungan yang tidak mendukung,anggap saja mereka angin lalu.
2.      Berusaha memanfaatkan segala kesempatan yang datang,seperti mengikuti seminar yang temanya bagus.




Pendekatan 4Pdalam Pengembangan Kreatifitas

Label:


Pada dasarnya apa sih manfaat seseorang menjadi kreatif,apakah menjadi kreatif itu perlu? Jawabannya perlu sekali menjadi kreatif itu sangat perlu kalau kita ingin bertahan diera yang penuh persaingan ini.Menjadi kreatif bukan berarti pandai melukis menggambar dll, tapi mampu mencari cara cara baru ataupun memodifikasi cara cara lama dalam mengatasi masalah.Misalnya saja saya pada saat mengerjakan tugas individu 1.Jika saya tidak menemukan cara cara baru atau cara cara lama yang dimodifikasi selama proses pembuatan tempat pena,karya saya akan menjadi tidak kreatif dan akibatnya karya saya tidak dapat bersaing dengan karya yang lain dan saya akan mendapatkan nilai jelek.
Ada 4 aspek dalam dari kratifitas yaitu 4P,4P itu sendiri terdiri dari:
1.      Pribadi
Ada 2 teori mengenai pembentukan pribadi yang kreatif.Teori pertama adalah psikoanalisis yang menganggap kreativitas adalah sublimasi dari tidak terpuaskannya kebutuhan seksual terhadap orang tua yang berlawanan jenis .Sedangkan teori satunya lagi adalah humanis  menganggap kreativitas dilahirkan untuk mencapai kemungkinan yang tertinggi dalam kehidupan bukan sebagai sublimasi dari kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi.
Menurut kriss(psikoanalisis) individu yang kreatif adalah individu yang mampu mengambil bahan bahan dari alam bawah sadar.Saya rasa hal ini sudah sering saya lakukan misalnya saja pada saat membuat tugas individu kreatif saya mencoba mengimajinasikan bagaimana cara pembuatannya.Menimajinasikan adalah salah satu cara mengambil bahan dari alam bawah sadar.
Menurut hierarki of need Abraham Maslow(humanis)  pada tingkatan ke lima ada kebutuhan akan aktualisasi diri yang disebut kebutuhan being .Kebutuhan ini juga saya alami yang saya jelaskan di postingan tugas individu 2 (revisi)
Ada beberapa ciri-ciri kepribadian kreatif seperti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,rasa percaya diri,berani mengambil resiko,tidak menghiraukan kritik orang lain,ulet,tidak mudah putus asa,prilakunya terorganisir,spontan,memiliki kemampuan untuk bermain dengan konsep,sering melakukan refleksi,minat terhadap seni dan keindahan yang tinggi.Dari beberapa kepribadian diatas ternyata ada beberapa yang cocok dengan saya seperti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,tidak mudah putus asa dan sering melakukan refleksi .
2.      Press (dorongan)
Dalam diri setiap individu ada dorongan untuk dapat memanfaatkan segala potensi yang dimiliknya namun dibutuhkan juga lingkungan yang sesuai agar potensinya dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Saya juga mengalami hambatan dalam mengembangkan kreatifitas saya pada saat tugas individu .Penghambat ini berasal dari lingkungan dan juga dari dalam diri saya sendiri. Yang berasal dari internal saya seperti kurang nya dorongan untuk berkreasi sebaik mungkin,mungkin karena faktor cognitive overload ,sikap mood tan dan malas melakukan hal yang rumit seperti yang sudah  dijelaskan ditugas individu 2 (revisi).
Selain itu ada faktor dari lingkungan seperti pola pendidikan yang menekankan pada pemikiran konvergen(pemecahan masalah dengan cara cara yang ditentukan ) bukan berpikir divergen(kebalikan konvergen)

3.      Proses Kreatif
Dalam mengerjakan karya kreatif saya mengalami 4 tahap yaitu persiapan(mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan bertanya dengan teman,berpikir dll),inkubasi(tahap istirahat, pada tahap ini ide bisa muncul secara tiba tiba),iluminasi(setelah muncul ide ,maka pada tahap ini ide dikembangkan) dan verivikasi(ide kreasi baru diuji kedalam realitas)(wallas).Tahap pertama saya berusaha untuk memecahkan permasalahan dengan cara mencari artikel menarik di web.Pada tahap kedua pada saat saya juga mengalami keadaan dimana seperti beristirahat dan melupakan tugas.Pada saat itu karena kecapean saya tidur tiduran ,tapi tiba tiba saja ide menghias celengan muncul diotak saya.Pada tahap ketiga saya berusaha untuk mengembangkan ide yang muncul pada saat tahap kedua.Dan pada tahap terakhir saya mencoba mengaplikasikannya dengan cara membuat bendanya secara langsung.
4.      Produk Kreatif

Jika  memiliki kepribadian dan press yang menunjang maka akan muncul produk produk kreatif.Ada 3 kriteria produk kreatif menurut Bessemer dan Treffinger yaitu Novelty(kebaruan),Resolution (pemecahan),elaboration(kerincian).

Novelty maksudnya adalah apakah produk ini memiliki konsep yang baru,teknik baru ,proses yang baru.Kalau dilihat dengan tugas individu 1 saya,saya rasa sudah memenuhi novelty ini karena konsep yang saya gunakan bukan dari hasil jiplakan tapi jika ternyata ada karya yang mirip dengan karya saya berarti itu unsur ketidaksengajaan

Kriteria kedua adalah resolution, di kriteria ini produk itu dilihat dari kemaknaannya,menikuti aturan yang ada dan dapat diterapkan secara praktis.Di lihat dari tugas individu 1 saya memang berguna ,mengikuti aturan dan dapat diterapkan secara praktis namun kemaknaan karya saya tidak terlalu tinggi karya saya hanya dapat digunakan untuk meletakan pena dll.Jadi karya saya tidak memiliki nilai yang tinggi pada kriteria ini.

Kriteria ketiga adalah elaborasi.Di kriteria ini suatu produk harus organis ,elegan kompleks,dapat dipahami,keterampilan.Karya saya hanya memenuhi dapat dipahami (karena hasil karya sangat sederhana) dan keterampilan(karena saya sudah berusaha dengan semampu saya untuk mengerjakannya).Jadi nilai di kriteria ini juga tidak tinggi.

Menurut Bessemer dan Treffinger suatu karya kreatif tidak perlu mendapat nilai tinggi di ketiga kriteria itu.Jadi dapat disimpulkan bahwa karya saya sudah cukup kreatif.

Aktualisasi Diri

Label:


Aktualisasi adalah keadaan dimana sesseorang sudah menggunakan semua potensi,bakat yang dimilikinya secara optimal.Dan menurut maslow aktualisasi diri merupakan kharateristik yang fundamental,suatu potensialitas yang ada pada semua manusia saat saat dilahirkan, akan tetapi sering hilang, terhambat atau terpendam dalam proses pembudayaan.

kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikn identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, alam dan dengan orang lain (Mounstakis dalam Munandar, 2009).
Sesuai dengan pengertian aktualisasi diatas yaitu ketika kita sudah menggunakan semua potensi kita secara maksimal saya rasa hal ini belum terjadi pada saya ketika mengerjakan tugas individu 1.Sebab pada saat mengerjakan tugas ini saya mengalami cognitive overload yaitu keadaan dimana mengerjakan tugas yang terlalu banyak sehingga menjadi lelah.Alhasil tugas yang seharusnya hasilnya baik tapi karena hal tersebut jadinya tidak terlalu maksimal.Di tambah lagi saya merupakan orang yang sangat tergantung dengan mood,jika mood sedang baik maka semua tugas dapat dilakukan dengan baik tapi kalau mood sedang buruk tidak ada satupun tugas yang bisa dikerjakan.Ditambah dengan saya yang malas melakukan hal hal rumit. hal hal yang kecil ini sebenarnya sangat berpengaruh besar dalam pengaktualisasikan diri saya.
Selain itu juga ada factor factor dari luar yang mempengaruhi sulitnya dilakukan pengaktualisasian diri saya.Seperti dijelaskan diatas kreatifitas adalah pengalaman mengaktualisasikan individu.Jadi factor penghambat kreativitas juga dapat menghambat pengaktualisasian diri .Seperti dijelaskan dalam buku Munandar ada beberapa hal yang menghambat kreatifitas dan kebetulan factor tersebut sesuai dengan salah satu penyebab eksternal mengapa saya belum kreatif dan baru saya sadari pada saat mengerjakan tugas ini.
Salah satunya adalah tujuan pendidikan yang seharusnya menyediakan lingkungan yang sesuai dengan bakat yang dimiliki.Namun kenyataannya pendidikan saat ini hanya menfokuskan diri kepada kemampuan akademik semata, sehingga pengembangan kreativitas ini kurang diperhatikan.Contohnya pada saat di lingkungan pendidikan formal anak dipaksa untuk memahami semua pelajaran padahal ada kan anak yang berbakat di olahraga tapi tidak berbakat di matematika.Karena metode pembelajaran seperti ini jadinya menghambat seseorang untuk mengoptimalkan bakat yang dimilikinya(mengaktualisasikan diri) hal ini juga saya alami, akibatnya sampai sekarang saya tidak tahu apa bakat saya sesunguhnya sehingga saya sulit mengaktualisasikan diri saya.
Pada saat mengerjakan tugas individu ini saya merasa kesulitan karena dari dulu jika diberikan tugas ketrampilan pasti sudah ada temanya, atau sudah diberi tahu lah buat apa.Sedangkan pada tugas ini kita diminta untuk membuat sesuatu dengan cara baru/cara yang unik(berpikir divergen) sehingga membuat karya kita kreatif.AKhirnya saya hanya membuat tempat pena yang sudah umum dengan cara pengerjaan yang tidak terlalu wah.
Kesimpulannya proses aktualisasi diri saya pada saat pengerjaan karya ini belum optimal hal ini disebabkan oleh factor mental seperti cognitive overload, sifat moodtan saya,dan juga sikap malas untuk mengerjakan sesuatu yang rumit.Selain itu ada factor aktual seperti pola pembelajaran yang menekankan kemapuan akademik /kemampuan berpikir konvergen dan tidak membantu mengembangkan kemampuan berpikir divergen(kreatif)yang membuat saya kewalahan dalam menyelesaikan tugas.