TUGAS MID SEMESTER


NAMA KELOMPOK:
Rencana Simulasi Belajar

Berdasarkan teori Skinner terdapat dua jenis penguatan yang diberikan yaitureinforcement dan punishmentReinforcement adalah penguatan yang diberikan untuk mempertahankan perilaku individu, sedangkan punisment adalah hukuman yang diberikan untuk menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan. Dimana dalam reinforcement terdapat dua jenis yaitu reinforcement positif dan reinforcement negatif.

Berdasarkan teori tersebut, maka kami akan membuat suatu simulasi mengenaireinforcement yang akan diterapkan di kelas Psikologi Belajar.

Alat dan Bahan:
-          Laptop
-          Video lucu
-          Reward

Caranya
Akan diberikan kepada mahasiswa mata kuliah Psikologi Belajar berupa stimulus video selama 5 menit dan diakhir penayangan kami akan memberikan 5 pertanyaan kepada mahasiswa mengenai video tersebut. Kemudian kami akan memberikan hadiah kepada mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan.

Pembahasan
Dari rencana tersebut dapat dijelaskan bahwa reinforcement positif sangat efektif untuk diberikan kepada individu agar memunculkan perilaku yang diinginkan, dari rencana tersebut perilaku yang diinginkan adalah menjawab pertanyaan dan reinforcement positifnya ialah hadiah yang akan diberikan kepada mahasiswa.

Make Something Creative from Scrap Paper

bingung.jpg (300×300)
Pada saat ibu Dina masuk dan mengatakan untuk duduk berjarak dan mengambil buku dan pena saya terkejut dan mengira akan kuis. Namun ternyata saya diberikan 3 buah kertas dengan berbagai bentuk dan diminta untuk membuat apa pun dalam waktu 30 menit. Saya yang pada saat itu bingung bertanya-tanya kepada sisi kanan dan kiri saya namun mereka juga tidak tahu. Jika dilihat kebingungan yang saya rasakan sama seperti gambar disamping. Pada saat melihat ke samping saya melihat ada yang mulai membuat lipatan dari kertas. Saya ingin membuat lipatan juga tapi tidak tahu mau buat apa jadinya saya memikirkan untuk menuangkan stimulus tersebut dalam bentuk tulisan.

1. Kertas HVS putih saya menganggapnya sebagai stimulus untuk menulis sesuatu diatasnya karena sebelumnya saya diminta untuk membawa pena.

2. Sertifikat untuk seminar memiliki judul yaitu diet media untuk anak, saya memikirkan untuk mengkaitkannya dengan teori yang ada karena pada awalnya kami diminta membawa buku paket.  Menurut saya diet media ini sendiri adalah hal yang sangat baik karena saat ini anak-anak dihadapi masalah dengan keadiksian terhadap media baik itu tv ataupun video game. Anak yang menonton tv atau video game dapat memungkinkan ia untuk melakukan modelling terhadap apa yang ada di tv atau video game tersebut, jika hal itu baik itu bagus namun kebanyakan acara yang ada di tv ataupun ada di video game berisi tayangan kekerasan sehingga dapat membuat anak menjadi agresif. Selain itu karena kebanyakan nonton tv atau main video game ajan membuat anak menjadi terganggu perkembangan psikomotoriknya karena kurangnnya bergerak, dan juga bisa meningkatkan potensi obesitas. Jadi diet media adalah hal yang baik bagi anak, selain itu juga dapat menghemat energi dan listrik sehingga mencegah global warming.

3. Karton putih persegi panjang saya anggap sebagai saya yang sekarang. Saya yang sekarang ini cenderung berpikir kaku tidak kreatif. Dengan adanya pemberian tugas seperti ini membuat saya akan berpikir luwes, kreatif, dan inovatif sehingga pemikiran saya bisa berwarna warni seperti warna latar sertifikat yang diberikan.

Jika dilihat dari teori operant conditioning skinner, apa yang terjadi dikelas adalah suatu proses penguatan . 3 kertas yang diberikan, pena, dan buku paket adalah stimulus yang diberikan. Saya yang berusaha menuangkan pemikiran kedalam kertas HVS dikaitkan dengan stimulus yang lain adalah respon saya. Sedangkan penguatnya adalah janji untuk memberikan hadiah kepada 6 yang terbaik dan rasa takut akan dmarahin dosen jika tidak mengerjakannya. 



Analisis Pengalaman Pribadi Berdasarkan Teori Pengkondisian Berpenguat Skinner


Kali ini saya akan mencoba membahas pengalaman pribadi saya berdasarkan teori Skinner. Teori yang digunakan sendiri adalah teori yang cukup terkenal yaitu Operant Conditioning. Teori Operant Conditioning menjelaskan mengenai bagaimana penguatan (reinforcement) ataupun hukuman (punishment)  dapat mempengaruhi frekuensi prilaku seseorang, prilakunya bisa saja meningkat frekuensinya ataupun menurun bahkan prilaku itu bisa hilang. Saya memiliki beberapa pengalaman yang dapat dikaitkan dengan teori Operant Conditioning Skinner.

Pengalaman Pertama

Pengalaman pertama saya adalah pengalaman saya dengan peliharaan saya. Saya memelihara seekor anjing, anjing saya mempunyai kebiasaan untuk menumpahkan makanan walaupun makanan yang disukainya, setelah ditumpahkan dia akan meraung-raung untuk minta makanan yang baru lagi. Awalnya setiap anjing saya begitu saya akan memberikan makanan baru buatnya namun karena saya selalu memberi makanan yang baru anjing saya menjadi terreinforcement untuk terus menumpahkan makanan. Saya yang melihat kebiasaan anjing saya yang semakin bertambah parah akhirnya memarahi anjing saya jika dia menumpahkan makanannya (jika makanan yang ditumpahkannya adalah makanan kesukaannya baru saya marahin, kalau bukan makanan kesukaannya sepertu sayur gak saya marahin). 

Karena saya memberikan punishment kepada anjing saya berupa dimarahi, anjing saya mengurangi kebiasaannya untuk menumpahkan makanan. Pada pengalaman ini jika dilihat dari sisi saya, saya direinforcement dengan setiap saya memarahi anjing saya jika ia menumpahkan makanan dia akan tidak meraung-raung meminta makanan. Jadi setiap dia menumpahkan makanan saya akan memarahinya.

Pengalaman Kedua

Pengalaman kedua adalah pengalaman sewaktu SD. Dulunya saya sering terlambat sekolah, karena terlambat saya dihukum untuk membersihkan halaman sekolah. Saya jadinya tidak mau terlambat datang karena dihukum, dan karena dari dulu saya terbiasa bangun pagi agar tidak terlambat prilaku tersebut terus saya bawa sampai sekarang.

Jika dilihat dari pengalaman tersebut hukuman (punishment) yang diberikan untuk membersihkan halaman sekolah membuat prilaku terlambat masuk sekolah saya hilang (extinction). 





Analisis Film "KINKY BOOTS" Berdasarkan Teori-Teori Belajar Awal


  
Nama kelompok
Ketika Charlie menumpahkan kopi di meja kantor, dia berusaha untuk mengangkat dokumen-dokumen yang berada diatas meja supaya tidak basah karena tumpahan kopi. Pada saat itu dia melihat kopi merembes ke dalam laci meja. Dia berusaha untuk membuka laci, namun laci tersebut tidak bisa dibuka. Akhirnya Charlie mencongkel laci dengan suatu alat sehingga laci bisa terbuka

Pembahasan :
Masalah
Konflik yang dipahami
Kesulitan
Solusi dengan nilai fungsional
Kopi tumpah sampai merembes ke dalam laci
Takut dokumen yang ada di dalam laci menjadi rusak
Laci tidak bisa dibuka
Mencongkel laci dengan suatu alat sehingga bisa dibuka

Scene 2
Ketika orangtua Charlie price meninggal, maka perusahaan sepatu yang akan mengalami kebangkrutan itu diberikan kepada Charlie, kemudian ia meminta pendapat kepada karyawan lainnya namun ia tidak menemukan solusi. Pada saat itu ia bertemu dengan seorang wanita yang diganggu oleh beberapa pria. Kemudian ia ingin menolong wanita tersebut, namun ternyata dia yang pingsan terkena tendangan. Tiba-tiba Charlie terbangun diruang yang penuh dengan perlengkapan make up, custom dan asesoris. Di depannya ada seorang “waria” yang sedang kesulitan memakai sepatu. Setelah itu ia memberikan sponge untuk mengganjal kaki waria tersebut. Kemudian ia menemukan ide untuk membuat sepatu untuk waria.

Pembahasan
Berdasarkan teori terdapat 3 langkah umum untuk pemecahan masalah yaitu:
1.      Memahami konflik atau masalah
2.      Mengembangkan identifikasi secara jelas atas kesulitan dasar
3.      Mengembangkan solusi masalah untuk mengatasi kesulitan dasar

Masalah
Konflik yang dipahami
kesulitan
Solusi dengan nilai fungsional
Perusahaan mengalami kebangkrutan
Meminta pendapat dari karyawan lain
Tidak menemukan solusi dari karyawan atas pemecahan masalah
Bertemu dengan waria yang kesulitan dalam memakai sepatu dan ia menemukan ide untuk membuat sepatu bagi waria

Dari tiga langkah diatas masalah yang dialami Charlie adalah kebangkrutan perusahaan sehingga ia mencoba untuk memahami masalahnya tersebut dengan meminta pendapat dari karyawan, kemudian ia mengembangkan identifikasi secara jelas atas kesulitan dasar dengan tidak sengaja bertemu dengan waria, kemudian ia mengembangkan solusi untuk masalahnya dengan membuat atau memproduksi sepatu untuk waria.

Kondisi di kelas
Ketika ingin menonton film yang akan dianalisis terjadi beberapa masalah yang menghambat proses pemutaran film seperti:

  • Tidak tersedianya mic.
  • Setelah mic diberikan, suara mic tidak jelas sehingga dibutuhkan pengaturan suara mic yang memakan waktu beberapa saat.
  • Tidak adanya subtitle dari film tersebut, sehingga banyak penonton yang complaint dengan masalah tersebut.
  • 20 menit film berjalan, tiba-tiba filmnya berhenti, kemudian Bu Dina mencoba untuk menjalankan kembali filmnya, namun tidak berhasil. Kemudian dicoba cara lain yaitu dengan mengganti laptop, tetapi tidak berhasil juga.

Pembahasan menggunakan koneksionisme Thorndike:
Thorndike melakukan experimen dengan menggunakan tikus, dalam prosedur experimentalnya ia membuat hewan harus keluar dari kurungan (membuka kotak tertutup) untuk mendapatkan makanan. Thorndike menggumakan kotak puzzle yang mengharuskan penekanan tuas atau mekanisme lain untuk bisa keluar dari kotak. Pada awalnya tikus melakukan berbagai perilaku seperti: menggigit, menggaruk dan menggesek-gesekan badan ke sisi sangkar. Lama kelamaan tikus akan berusaha menekan tuas supaya bisa keluar.
Berdasarkan penelitian diatas Thorndike menyimpulkan bahwa respon untuk mencoba meloloskan diri disebut dengan trial and error.

Pembahasan kasus:
Dilihat dari kejadian pada hari rabu, kita dapat menyimpulkan bahwa usaha untuk menayangkan film dengan baik dibutuhkan beberapa cara yang merupakan proses trial and error seperti pada saat suara mic yang tidak jelas, maka disana terdapat usaha untuk mengatur suara supaya terdengar jelas. Selain itu terdapat juga usaha trial and error saat film berhenti dan di usahakan dengan menggelap disc dan mengganti laptop.