peran guru sebagai konselor (pembahasan 9)


Peran guru sebagai konselor telah menjadi perdebatan sejak lama.Guru sebagai konselor dapat sangat bermanfaat bagi anak namun ada beberapa masalah yang dihadapi kebanyakan guru jika ingin menjadi konselor

1.    Hanya ada sedikit latihan mengenai menjadi konselor
2.    Banyak guru yang merasa bahan pelajaran adalah focus utama penyedia pendidikan
3.    Beberapa guru merasa bingung tentang konseling
4.    Peran sebagai konselor memiliki komitmen yang lebih dalam dari yang diinginkan oleh guru
5.    Konseling adalah suatu profesi beberapa sekolah menanggap peran konselor harus diisi oleh orang yang terlatih
6.    Kurangnya keprivasian
7.    Kurangnya waktu yang dapat dipakai dalam interaksi

Kekuatan dasar guru sebagai konselor berasal dari kekuatan personal yang terdiri dari kekuatan referent dan kekuatan informasi.Referent adalah hubungan diantara guru dan murid sedangkan kekuatan informasi adalah kemampuan guru untuk mempengaruhi muridnya.Kedua kekuatan ini sangat penting dalam peran guru sebagai konselor.Cara untuk membentuk kekuatan ini adalah
Referent power
Information power
Meningkatkan karisma
Ikutkan orang tua dalam perkebangan anak
Tunjukan guru bahwa kamu konsisten
Memberikan pesan positif tentang anak kepada orang tua
Meningkatkan rasa percaya
Menunjukan respek terhadap murid dan diri sendiri
Membuat laporan tentang murid
Menjadi pendengar yang responsif
Memberikan rasa aman dengan cara peduli dengan masalah mereka

Tetap bertindak sebagai orang dewasa


Refrensi
Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga
Pengambangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas
Psikologi Universitas Indonesia

Pentingnya PAUD ( pembahasan 8)

Sekarang ini kita sudah tidak sulit lagi menemukan lembaga pendidikan anak usia dini .Mulai dari preschool paud ataupun lembaga penitipan anak sangat mudah kita jumpai bahkan dikota kota kecil sekalipun kita dapat menemukan PAUD .Hal ini menunjukan bahwa minat orang tua terhadap pendidikan anak sudah tinggi.namun walaupun banyaknya lembaga pendidikan usia dini ada fakta yang sangat mencenangkan ,tenyata Indonesia merupakan Negara dengan angka partisipasi pendidikan anak usia dini terendah di ASEAN yakni baru sebesar 20% dan masih rendah dari filiphina (27%) ,bahkan Negara yang baru merdeka saja seperti Vietnam(43%),Thailand (86%)dan Malaysia (89%)memiliki tingkat partisipasi yang jauh lebih baik daripada Indonesia(unesco 2005). Sedangkan Depdiknas dalam buku Pembangunan Pendidikan Nasional tahun 2007 menggambarkan bahwa Pemerintah telah berhasil meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang awalnya pada tahun 2004 adalah 39,09% maka pada tahun 2006 sudah mencapai 45,63% dengan target capaian pada tahun 2007 sebesar 48,07%, kabar ini sangat menggembirakan dunia pendidikan,hal ini membuktika bahwa pemerintah juga peduli terhadap PAUD.
Setelah penjelasan panjang lebar mengenai PAUD diatas,kita masih belum paham apa manfaatnya PAUD sampai keberadaannya bisa sangat penting untuk diperbincangkan.menurut penelitian PAUD dapat membuka kesempatan untuk perubahan bentuk otak bagi anak,karena pada saat itu otak anak pada masa pertumbuhan yang sangat cepat
Pada masa kanak kanak awal anak anak mengembangkan kemampuan linguistic,kognitif,dan perkembangan  social dan emosional yang penting bagi masa dewasa anak..Menurut neuroscience pembentukan otak anak pada saat masih kecil akan lebih efisien dari pada pembentukan otaknya pada usia yang lebih tua.selain itu otak anak anak cenderung stabil,peduli dan sangat tertarik terhadap hubungan terhadap dengan orang dewasa ,dengan mengikuti PAUD akan dapat membantu perkembangan otak anak yang sehat ( Di PAUD anak akan beriteraksi dengan orang sesamanya sehingga meningkatkan keuntungan pada perkembangan otak anak).Dibawah ini akan ada beberapa penelitian yang membuktikan pentingnya PAUD
1.      Penelitian di educare Chicago  anak dengan PAUD yang baik menunjukan peningkatan kemampuan bahasa,dan kemampuan memahami konsep dibandingakan dengan anak seusia mereka dengan PAUD yang tidak terlalu baik
2.      The Abecedarian Project
Anak anak dari keluarga kelas bawah yang menerima PAUD yang berkualitas dari bayi sampai berusia 5 memiliki kemampuan yang lebih baik mengahadapi sekolah
Jika dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan PAUD
1.      Anak dengan PAUD memiliki nilai tes kognitif yang lebih tinggi dari saat masih balita sampai berusia 21 tahun
2.      Anak dengan PAUD yang baikmendapat nilai membaca dan matematika yang lebih tingggi pada saat sd sampai dengan dewasa

3.      Oklahoma
·         Penelitian di preschool di Oklahoma menunjukan bahwa anak yang mengikuti program preschool dapat membaca lebih cepat dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dari pada anak yang tidak ikut preschool
·         Anak yang ikut preschool memiliki kemampuan yang lebih baik dalam
§  52% lebih baik dalam mengidentifikasi huruf
§  27% lebih baik dalam spelling
§  21% lebih baik dalam menyelesaikan masalah
·         Anak berkebangsaan latin dan afrika amerika menunjukan peningkatan yang paling banyak
4.      Chicago parent center program
Menurut penelitian longitudinal terhadap 1000 anak afrika amerika anak yang mengikuti preschool akan
·         Mendapatkan nilai yang lebih baik di bahasa dan matematika sampai smp
·         Mengurangi kemungkinan mengikuti pendidikan special
·         Nilainya lebih baik
·         Memiliki kemungkinan menamatkan sma lebih besar
5.      Perry preschool Project
Keuntungan dari preschool berpengaruh sampai dewasa,penelitian dilakukan kepada orang yang mengikuti PAUD sampai usianya lebih dari 40 tahun.
Dibandingkan dengan orang yang tidak mengikuti PAUD , orang yang mengikuti paud cendderung
·         Sedikit kemungkinannya untuk dipenjara lebih dari 5 kali
·         Mempunyai rumah sendiri
·         Mempunyai pekerjaan

Bukti bukti dari penelitian diatas dapat menunjukan pentingnya PAUD bagi anak anak.Karena Paud ternyata dapat mempengaruhi kehidupan anak sampai dewasa.

refrensi


Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga
Pengambangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas
Psikologi Universitas Indonesia



pembahasan 7






Intelligence sebenarnya bersifat bawaan atau merupakan pengaruh lingkungan??

Banyak perdebatan yang terjadi mengenai persoalan yang satu ini , banyak ahli yang berpendapat bahwa nature yang berpengaruh besar terhadap intelligence namun tidak sedikit yang percaya bahwa nurture yang berpengaruh besar ada juga yang peraya bahwa kedua duanya mempengaruhi.

Bukti bahwa intelligence dipengaruhi nature

*    Konkordasi nilai IQ
Penelitian dilakukan  terhadap keluarga dilakukan thomas Bouchard  dari universitas Minnesota yang bermula pada tahun 1979.Dia mengumpulkan anak kembar dari seluruh dunia dan melakukan pengujian kepribadian dan iq terhadap mereka .penelitian lainnya menfokuskan kepada membandingkan iq anak angkat dengan orang tua angkat ataupun orang tua dan saudara kandungnya.gabungan dari kedua penelitian tersebut ditambah tes iq dari 10 ribu orang.Hasilnya adalah
·         Anak kembar indentik yang tinggal bersama  86%
·         Anak kembar identik yang tinggal \berjauhan/tidak bersama sejak kecil 76%
·         Kembar fraternal yang tinggal bersama 55%
·         Saudara sekandung yang tinggal bersama 47%
·         Saudara sekandung yang tidak tinggal bersama 24%
·         Orang tua dan anak kandung yang tinggal bersama 40%
·         Orang tua dan anak kandung yang tidak tinggal bersama 31%
·         Anak angkat yang tinggal bersama 0%
·         Orang yang tidak memiliki hubungan darah yang tinggal terpisah 0%
Catatan:angka adalah persentase korelasi

*    Korelasi antara nilai kemampuaan verbal orang tua dan anak
Diagaram dibawah menunjikan korelasi antara anak dan orang tuannya dan anak angkat dengan orang tua kandung atau orang tua angkat di kemampuan verbal

Pada pembahasan sekarang, kita menfokuskan diri pengaruh nature di intelligence umum, bagaimana dengan subcomponent dari intelligence? Penelitian membuktikan pengaruh nature berpengaruh besar di
1.      Kemampuan spatial
2.      Kemampuan pemahaman
Dan sedikit berpengaruh di
1.      Berpikir divergen
2.      Kemampuan verbal
Namun hal tersebut belum bisa dikatakan sepenuhnya benar karena hanya ada sedikit penelitian di bidang ini.

Bukti bahwa intelligence dipengaruhi oleh nurture

*      Efek Flynn,apakah kita semakin pintar?
Pada tahun 1980,james Flynn menyadari bahwa iq terus meningkat di semua Negara,Rata rata iq di seluruh dunia telah meningkat 1 standar deviasi sejak perang dunia ke2 karena factor lingkungan


Fakta bahwa iQ meningkat berasal dari
1.      Penelitian mengenai nutrisi
2.      Penelitian mengenai peningkatan pendidikan


Jadi dapat disimpulkan bahwa nature dan nurture saling mempengaruhi intelligence seseorang


Refrensi:
Santrock.,J.W (2008).Psikologi Pendidikan (edisi kedua).Jakarta:Prenada Media Group


TUGAS KELOMPOK 2

LASKAR PELANGI DAN FENOMENA PENDIDIKAN DI INDONESIA


            Bukan rahasia lagi kalau system pendidikan di Indonesia sudah sangat menurun darimana yang semestinya, dimana hal ini bisa kita lihat melalui film dan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hinata yang menceritakan tentang fakta pendidikan di Indonesia.
            Ringkas cerita dari Laskar Pelangi ini menceritakan tentang sejumlah anak Belitong yang berasal dari keluarga kurang mampu yang memiliki semangat untuk belajar yang tinggi dimana dengan bekal ilmu mereka tersebut, mereka dapat merubah nasib keluarga mereka menjadi lebih baik lagi. Namun kondisi fisik lingkungan sekolah mereka terbilang tidak layak untuk ukuran sebuah sekolah di Negara seperti Indonesia. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak Belitong tersebut. Mereka tetap giat bersekolah, terlebih lagi guru merekapun terbilang guru teladan karna guru tersebut membuat rancangan system pembelajaran untuk anak muridnya. Bukan hanya itu saja, guru tersebut tidak hanya menjelaskan tentang ilmu formal saja tapi juga mengajarkan tentang akhlak, moral, etika, dan ilmu non formal lainnya. Salah satu factor lain juga yang mungkin mempengaruhi semangat belajar anak-anak tersebut ialah hubungan persahabatan yang solid di antara sesama murid-murid sekolah tersebut.
            Dari cerita Laskar Pelangi ini, kita dapat membahasnya melalui 3 sudut pandang, yaitu teori pendidikan keluarga, teori pendidikan bimbingan sekolah, dan teori psikologi pendidikan. Pertama kita bahas dari teori pendidikan keluarga, karena anak-anak Belitong berasal dari keluarga yang kurang mampu, keluarga mereka sangat mendukung anak-anaknya untuk bersekolah, dimana dengan ilmu pendidikan yang mereka dapatkan dari bersekolah tersebut dapat digunakan untuk merubah nasib keluarga mereka di kemudian hari.
            Kedua dari teori pendidikan bimbingan sekolah, meskipun kondisi fisik lingkungan sekolah mereka kurang layak, anak-anak Belitong tersebut tetap bersemangat untuk bersekolah. Dan guru di sekolah tersebutpun juga semangat untuk mengajar anak-anak muridnya, terlebih lagu sang guru jugalah yang mebuat silabus pelajaran seorang diri. Guru tersebut pun tidak hanya mengajarkan teori-teori pelajaran tetapi juga mengajarkan tentang akhlak, moral, budi pekerti, dan ilmu non-formal lainnya. Hal inipun bisa dikatakan sebagai salah satu factor yang membuat anak-anak tersebut tetap bersemangat untuk tetap bersekolah.
            Ketiga dari teori psikologi pendidikan, sekarang sistem pendidikan di Indonesia sudah tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya, sebab dewasa ini yang kayalah yang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengecap bangku pendidikan. Hal ini sangat tidak adil untuk anak-anak yang kurang  mampu yang ingin bersekolah dan mempunyai kemampuan akademis yang lebih baik lagi. Dan sistem pendidikan di Indonesia sekarang inipun lebih berfokus kepada nilai ujian dan angka di rapor. Padahal pendidikan yang baik mestilah menyeimbangkan pelajaran ilmu pasti dengan tuntunan agama, perilaku moral dan budi pekerti. Dan pendidikan model begini tentu akan mencetak manusia-manusia yang tak hanya encer otaknya, tapi juga memiliki mentalitas yang baik di kepribadiannya. Dan mereka yang bersekolah sekarang inipun kebanyakan ingin cepat tamat dan lalu mendapatkan pekerjaan, tapi hal ini menyebabkan mereka melupakan nilai-nilai filosofi dari pendidikan itu sendiri.

Nama anggota: